Riaupos.com

HeadlinePro Otonomi

 
Dari Kunjugan Anggota DPRD Riau dan Kampar
Pendidikan Desa Kuapan Terkendala Lahan
9 Februari 2010
298 klik
KAMPAR (RP) - Kunjungan anggota DPRD Riau H Jefry Noer dan Wakil Ketua DPRD Kampar Eva Yulianti ke TK/PAUD Bina Syakhsiyah di Desa Kuapan Tambang Kampar menemukan masalah terkait kendala akses jalan masuk dan surat tanah.


Bina Syakhsiyah merupakan sarana pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Tafaqquh. Menurut Pembina Yayasan Tafaqquh Dr Musthafa Umar pendidikan pra sekolah itu sudah berdiri untuk tahun ketiga. Selama ini pihaknya membiayai sendiri kegiatan sekolah. Bahkan anak-anak yang bersekolah digratiskan dan diberi berbagai fasilitas seperti seragam.

Dari sisi pengurusan administrasi sekolah ke pemerintah, TK ini memiliki kendala dimana lahan TK tersebut belum memiliki surat tanah.

Menanggapi hal itu Jefry Noer meminta aparat Desa Kuapan dan Camat Tambang untuk membantu menguruskan persoalan legalitas lahan tersebut. Apalagi, tambah Jefry, akses jalan masuk ke sekolah ini masih ada kendala juga. ‘’Penyelesaian masalah tanah ini tolong dijembatani. Jangan sampai dibawa ke aparat hukum, ini domainnya adat,’’ ujar mantan Bupati Kampar itu dalam sambutannya pada kunjungan Senin (8/2) itu.

Jefry mengungkapkan ia mendapat kabar bahwa persoalan ini pernah dibawa ke aparat hukum. ‘’Saya pikir tadinya tanah di sini semeternya Rp5 juta (sehingga mesti dibawa ke penegak hukum, red),’’ sindirnya.

Ia juga minta anggota DPRD Kampar memperhatikan hal ini. Menanggapi hal itu Eva Yulianti memberi dukungan bahkan akan memberi bantuan ke TK tersebut. ‘’Kita akan carikan solusi untuk sekolah ini. Saya akan memperjuangkannya. Untuk PMA, penanaman modal akhirat, saya akan menyumbang Rp500 ribu dari gaji saya setiap bulan,’’ ungkap Eva disambut tepuk para wali murid.

Kedua anggota dewan itu juga berharap sejawatnya yang lain dapat memberi perhatian kepada pendidikan anak-anak ini.

Musthafa Umar menyampaikan terimakasih atas dukungan anggota dewan tersebut. ‘’Membangun pendidikan ini memang perlu kerja sama. Jangan pula ada anggota dewan yang justru menghalangi upaya pendidikan bagi anak-anak kita ini,’’ katanya.

Terkait dengan penyelesaian lahan secara adat, lanjut Musthafa, pihaknya pernah membawa hal ini ke ninik mamak namun tidak menemukan solusi.

Turut hadir dalam silaturahmi di TK di tepi sungai Kampar itu Kepala Desa Kuapan Syafriadi, Sekretaris Camat Tambang Syafwilis, staf Kacab Diknas Tambang, para guru serta wali murid.(ira)