Kejati Riau Periksa Empat Pejabat Inhu
9 Februari 2010
643 klik
PEKANBARU (RP) - Kendati pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau sudah menetapkan 14 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi APBD Inhu 2005-2008, namun demikian penyidikannya belum berakhir.
Hal ini ditandai dengan masih adanya pejabat Inhu lain yang masih menjalani pemeriksaan di Kejati Riau.
Pantauan Riau Pos, Senin (8/2) pagi, Kejati Riau kembali melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pejabat Inhu. Keempat pejabat ini adalah Azhar Risman Rozi mantan Kabag Humas saat ini menjabat sebagai Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Kakan Satpol PP) Inhu, diperiksa jaksa penyidik Surma SH.
Harman Harmaini mantan Kepala Bappeda Inhu yang saat ini menjabat sebagai Kepala Inspektorat Inhu yang diperiksa jaksa penyidik S Waruwu SH. Multachdi mantan Sekretaris Bappeda Inhu diperiksa jaksa penyidik Andri Ridwan SH, dan Ardani Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Inhu diperiksa jaksa penyidik Budi Utarto SH.
Keempat pejabat ini diperiksa dalam status sebagai saksi dalam kasus dugaan koruspi APBD Inhu yang nilai kerugian negaranya mencapai Rp116 miliar.
Asisten Intelijen (Asintel) Heru Chairuddin melalui Kasi Penkum Kejati Riau Budi Rahardjo yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. ‘’Sesuai jadwal tim saat ini tengah memeriksa empat pejabat Inhu sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi dana APBD Inhu sebesar Rp 116 miliar,” ujarnya.
Budi juga menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa dari sekitar Rp116 miliar dana tersebut sudah ada pengembalian uang ke kas daerah (Kasda) Inhu sebesar Rp30,5 miliar dalam bentuk SP2D dan uang tunai.
‘’Menurut pengakuan saksi Harman bahwa dari 116 miliar tersebut sudah dikembalikan sebesar Rp30,5 miliar sesuai bukti-bukti yang ada dan hal tersebut sudah diklarifikasinya ke BPKP,’’ ujarnya.
Azhar Risman Rozi mantan Kabag Humas Inhu yang ditemui Riau Pos usai menjalani salat Zuhur mengatakan, peminjaman uang APBD Inhu itu adalah untuk menanggulangi berbagai dana kegiatan. ‘’Uang itu saya pinjam hanya menjelang dana anggaran turun. Begitu dana anggaran itu turun langsung saya ganti,’’ katanya(lim)
|