Pancung Tabrak Kapal
14 Calon TKI Ilegal Tenggelam
9 Februari 2010
423 klik
BATAM (RP) - Aksi penyeludupan calon tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Malaysia berbuah celaka.
14 calon TKI dan dua tekong sebuah pancung tanpa nama terbalik dan tenggelam setelah menabrak kapal patroli CB Petir milik salah satu perusahaan gas di Perairan Nongsa, Senin (8/2) sekitar pukul 01.00 WIB.
Satu dari para TKI itu bernama Nur (30), terluka di tangan kanannya sedangkan tiga orang lagi bersama dua tekong yang menyeludupkan para korban kabur setelah dievakuasi oleh ABK kapal CB Petir saat itu.
Kasat Reskrim Poltabes Barelang, Kompol Agus Yulianto mengatakan, polisi berhasil mengamankan 11 calon TKI ilegal. Dua orang di antaranya adalah wanita dalam kondisi sehat dan masih dalam proses penyelidikan.
“Para korban diserahkan dari Satpolair Poltabes Barelang setelah diselamatkan oleh ABK kapal yang mereka tabrak,” ujar Agus Yulianto di Mapoltabes Barelang.
Dijelaskannya, para tekong yang menyeludupkan para TKI ilegal itu belum diidentifikasi karena telah kabur setelah peristiwa tenggelamnya pompong tersebut.
Sementara itu, Kasat Polair Poltabes Barelang, Kompol Mada Roostanto mengatakan, penyebab kecelakaan itu diduga akibat gelombang besar disertai kondisi pelayaran yang tidak memungkinkan karena pancung naas itu tak dilengkapi lampu penerangan.
Lia (29), salah satu TKI ilegal yang juga korban menuturkan, ia dan penumpang lain yang tak saling kenal itu bertolak dari Pantai Batumerah sekitar pukul 00.00 WIB kala itu. Setelah sejam melintas dengan tujuan Johor, Malaysia pompong yang mereka tumpangi tiba-tiba diterpa gelombang dan menabrak sebuah kapal berukuran sedang di depannya.
‘’Saya tak tau pasti. Tapi katanya, situasi malam itu sangat gelap. Lampu di kapal yang kami tabrak juga tak menyala. Tiba-tiba kami sudah tenggelam dan beruntung saya bisa berenang sebelum diselamatkan ABK kapal,” ujar Lia di Mapoltabes Barelang, Senin (8/2).
Ditanya soal tujuannya ke Malaysia, Lia mengaku hendak bekerja di negeri Jiran itu sebagai TKI ilegal. Ia sendiri sudah beberapa kali masuk Malaysia secara ilegal.
“Lebih gampang masuk ilegal daripada harus gunakan paspor. Lagian mengurus paspor sangat sulit sekarang ini,” katanya.
Menurutnya, tarif yang ditetapkan para tekong untuk menyeludupkan para TKI ilegal itu bervariasi. Dia sendiri harus mengeluarkan Rp2,2 juta untuk tekong.
Hepi, korban lain menuturkan, ia telah membayar tekong misterius itu sebesar Rp600 ribu. Hepi menuturkan, ia tak saling kenal dengan para TKI lainnya. “Kami ketemunya di pancung itu,” katanya.(eca)
|