Pengurus MES Riau Dilantik
Pertumbuhan Perbankan Syariah Sangat Lamban
8 Februari 2010
172 klik
PEKANBARU (RP)- Pimpinan Bank Indonesia (BI) Cabang Riau Wiyoto MM mengatakan, pertumbuhan perbankan syariah baik di Indonesia maupun Riau saat ini sangat lamban. Saat ini pertumbuhan perbankan syariah baru 3,9 persen dari target secara nasional 5 persen.
Hal itu dikatakannya saat seminar ekonomi Islam dan pelantikan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Riau periode 2009-2012 di Pekanbaru, Sabtu (6/2). Turut hadir Gubernur Riau yang diwakili staf ahli bidang pembinaan SDM Drs H Zailani Arifsyah dan Prof Sofyan S Harahap dari pengurus MES pusat.
Menurut, lambannya pertumbuhan perbankan syariah ini disebabkan berbagai hal, terutama sekali mengenai pemahaman masyarakat tentang kata syariah itu sendiri. Tidak hanya masya-rakat, pihak perbankan konvensionalpun masih beranggapan bahwa perbankan syariah itu milik masyarakat muslim.
‘’Karenanya ke depan pengurus-pengurus perbankan syariah maupun MES ini tidak boleh menunggu bola, semuanya harus jemput bola, dan yang paling utama sekali adalah melakukan promosi. Tanpa promosi maka masya-rakat tidak akan mengenal apa itu perbankan syariah,’’ ujarnya.
Sisi lain ketua MES Riau Drs H Ramli Walid MSi mengungkapkan, pengembangan perbankan syariah ke depan harus terus dipacu. Menjalankan perbankan ekonomi syariah sesuai dengan tuntunan ajaran Islam yakni Alquran dan hadis.
‘’Mengapa perbankan syariah perlu dikembangkan, karena dengan pola ini kita tidak mementingakn satu individu saja, tetapi sebaliknya bisa mengangkat seluruh derajat masyarakat lainnya,’’ tutur Ramli.
Saat ini, lanjutnya lagi sistim ekonomi kapitalis sudah tidak dipercaya lagi diberbagai belahan dunia, terlebih setelah keadaan properti di AS mengalami penurunan yang luar biasa, karena banyak masyarakat yang tidak mampu membayar kredit propertinya.
Sebaliknya, perbankan syariah ke depan bakal mendapat perhatian dari masyarakat, persoalan yang ada saat ini hanya pada persoalan Sumber Daya Manusia (SDM). ‘’Karenanya, perbankan syariah ini harus terus digalakkan, tidak saatnya lagi kita maju sendiri atau kaya sendiri sementara orang lain miskin tidak bisa berkem-bang,’’ tuturnya.
Pengurus MES pusat Prof Sofyan S Harahap mengungkapkan, ke depan tantangan dan tugas yang harus dilakukan MES memang cukup berat. Tugas yang utama adalah memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat.
‘’Ini yang harus kita lakukan, kita harus maju bersama, tidak ada yang hanya kaya sendiri sementara masya-rakat lain miskin dan hidup sengsara. Mudah-mudahan dengan mengembangkan ekonomi syariah seluruh masyarakat bisa hidup sejahtera,’’ tuturnya.(gem)
|