ACFTA Harus Jadi Pelecut
7 Februari 2010
162 klik
Laporan Muhammad Amin, Pekanbaru
muhammadamin@riaupos.com
Keberadaan Asean Cina Free Trade Zone (ACFTA) diakui akan dapat memukul pasar domestik. Penyebabnya karena daya saing produk lokal, termasuk di Riau masih rendah.
‘’Seharusnya perdagangan bebas sejak awal menjadi pelecut agar kita memiliki daya saing dengan produk unggulan lokal yang baik,’’ ujar Ketua Umum ICMI Riau, Prof Dr Tengku Dahril MSc.
Hal itu dikatakannya dalam diskusi pakar ICMI Riau, Sabtu (6/2) dengan tema ‘’Upaya Pemda Riau dalam Mewujudkan Visi Riau 2020’’ di kantor ICMI Riau.
Hadir antara lain pengurus ICMI, Hj Azlaini Agus SH, Kadisbun Riau, M Yafiz, Ketua KPAID Riau Dra Hj Rosnaniar, dan sejumlah pengurus ICMI lainnya.
Dahril menyebutkan, kesepakatan ACFTA ini sudah ada sejak sepuluh tahun yang lalu. Negeri ini sepakat karena memang sudah tuntutan global. Seharusnya, ini dapat memacu anak negeri untuk mulai memproduksi bahan baku lokal yang memiliki daya saing. ’’Namun nyatanya kita terlambat mengantisipasinya,’’ ujar Dahril.
Padahal, menurutnya potensi Riau sangat besar untuk dapat menjadi produsen berbagai produk dengan daya saing tinggi. Dibandingkan Cina yang sangat bergantung musim, Riau seharusnya dapat lebih maju. Di Cina bagian utara, saat musim salju semua airnya beku dan ikan serta ternak tak bisa hidup.
‘’Sementara kita tidak seperti itu karena semuanya normal. Potensi perairan kita juga sangat besar,’’ ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Riau ini.
Sementara itu mantan anggota DPR RI, Azlaini Agus SH menyebutkan Riau sejak 1990-an sudah diprediksi akan menjadi salah satu pusat perekonomian. Kajian ini pernah dipaparkan ekonom Darojatun Kuntjoro Djakti. Alasannya adalah kondisi geografis Riau yang sangat strategis. ’’Inilah yang awalnya menjadi basis dari visi Riau 2020 seperti yang dicetuskan Dewan Pakar Riau,’’ ujar Azlaini.
Azlaini menyebutkan, dengan kondisi seperti itu seharusnya Riau mampu memiliki daya saing tinggi. Hal itu dimulai dari peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik. Dengan APBD total provinsi dan kabupaten/kota sebesar Rp20 triliun, banyak yang bisa diperbuat.’’Seharusnya pendidikan kita sudah gratis dari awal dengan APBD sedemikian besar,’’ ujarnya.(ade)
|